Labels

Thursday, April 19, 2012

Asal Usul Terjadinya Rawa Jombor

Rowo Jombor
Banyak versi mengenai terjadinya Rawa Jombor, dari yang berbau mistis dan dalam segi sejarah colonial Belanda. Rawa Jombor sendiri terletak di Kabupaten Klaten, tepatnya di desa Krakitan. Walaupun tempatnya jarang diketahui khalayak umum, Rawa Jombor memiliki berbagai sarana dan prasarana yang cukup mendukung. Diantaranya ada keramba apung yang menyediakan berbagai menu ikan hasil keramba masyarakat sekitar. Tak hanya itu, di Jombor juga mempunyai panorama yang cukup indah.
Mengenai asal usul Rawa Jombor, ada banyak versi yang menceritakan hal tersebut. Menurut berbagai sumber yang kami wawancarai, terutama dari Bapak Sunu, selaku Kepala Desa Jombor. Beliau menceritakan bahwa Rawa Jombor dahulunya merupakan bentangan sawah yang cukup luas. Kemudian karena adanya hujan yang cukup deras selama berhari-hari, air sungai yang berada di situ meluap dan menggenangi sawah hingga tidak terbentuk sawah lagi hingga menjadi lubangan air yang cukup luas. Karena warga sekitar takut jika genengan tersebut sampai ke Desa, mereka berbondong-bondong membendung dan membuat tanggul hingga membentuk Rawa. Selang beberapa minggu, ada rombongan dari kalangan Kraton Kasunanan Surakarta bersama Belanda datang ke Jombor. Tujuan mereka adalah untuk mencari sumber air untuk mengairi perkebunan tebu. Tebu-tebu tersebut itu diproses di pabrik gula. Pabrik gula tersebut berkembang pesat, namun warga sekitar tidak mendapatkan ganti rugi maupun subsidi dari pihak Kasunanan. Setelah Belanda menyerah melawan jepang, Pabrik gula tersebut jatuh ketangan Jepang. Pada saat kemerdekaan Indonesia sukses, pabrik gula itu pun dikelola oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang. Masyarakat sekitar diizinkan membuat keramba di rawa asal membayar pajak kepada Pemda.
Kemudian dari versi Bapak……., beliau mendapat cerita dari kakeknya dulu bahwa Rawa Jombor tersebut dahulunya merupakan sawah yang luas. Kemudian di sawah tersebut ada sebuah sumber mata air (Sendang/mbelik) yang digunakan petani untuk mengairi sawahnya. Namun, tidak tahu mengapa tiba-tiba sumber tersebut menjadi besar, air pun meluber kemana-mana.

No comments:

Post a Comment